Cubic House

Rumah minimalis di Alam Sutra

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Saturday, September 19, 2009

Material Dinding

Pernah ada yang berkonsultasi kepada saya soal material dinding rumah. Ibu ini rupanya bingung rumah yang hendak dibangunnya lebih baik memakai dinding bata, bata beton ringan atau batako saja. Mungkin banyak yang memiliki pertanyaan yang sama juga, jadi saya akan mencoba mengulasnya secara ringkas namun harapannya bisa cukup membantu.

Bata merah

Masyarakat paling umum mengenal material bata merah ini sebagai material dinding. Bata merah yang terbaik saat ini kualitasnya berasal dari Garut, Jawa Barat. Ukuran normalnya adalah 5x10x20 cm3, namun untuk daerah Jawa Tengah ukurannya agak berbeda, lebih tipis namun lebih lebar. Bata merah yang baik Anda bisa lihat dari bentuknya yang cukup rapi dengan warnanya yang merah bata, menandakan bahan bakunya cukup baik dengan proses pembakarannya yang cukup sempurna. Usahakan jangan memilih bata yang warnanya agak pucat dan bentuknya agak tidak beraturan, karena pada saat pengiriman mungkin akan banyak yang pecah serta membuat tukang lebih sulit membuat dinding yang rapi, sehingga akhirnya akan memngakibatkan pemakaian semen dan pasir berlebih.
Karena bobotnya, struktur rumah yang menggunakan bata sebagai dindingnya harus didesain lebih kokoh untuk memikul berat dinding, terutama untuk rumah dengan jumlah lantai >2. Sehingga dibandingkan dengan material dinding lainnya, strukturnya akan menjadi lebih boros. Akan tetapi banyak orang yang menyukai menggunakan bata merah ini, karena memang dinding akan menjadi lebih kokoh dan kuat.

Batako

Batako standar memiliki ukuran 10x20x40 cm3, kisaran harganya dari 2rb/pcs s/d 6rb, tergantung kualitas dan pabrikannya. Batako walaupun memiliki ukuran yang lebih besar dari bata merah, namun secara keseluruhan lebih ringan dari pada bata, sehingga dapat membuat struktur menjadi lebih murah. Namun kekurangan batako karena bagian dalamnya kosong membuat dinding rumah nantinya tidak bisa dipaku (untuk menggantung hiasan dinding seperti frame foto dan lukisan), hal ini yang membuat banyak orang kurang suka menggunakan batako sebagai material dinding rumahnya.
Batako menurut saya pribadi akan sangat bagus bila diekspos, tanpa di finshing sama sekali. Desain rumah yang cocok apabila dinding batako ini di ekspos salah satunya adalah minimalis. Sangat sesuai dengan filosofi minimalis dan tentu juga membuat biaya bangun rumah menjadi lebih murah.
Tips: pilih batako dengan kualitas yang baik, lebih mahal dari pada yang biasa tidak apa-apa, ini untuk menghindari retak pada tembok di kemudian harinya, ini terutama bila dinding rumah Anda diekspos.

Bata Beton Ringan

Bata beton ringan akhir-akhir cukup naik daun, di pasaran beredar banyak merknya, mulai dari pelopornya hingga yang merknya tidak jelas. Dengan beragam ukuran yang ditawarkan, bata beton ringan ini mempunyai banyak kelebihan dibandingkan bata dan batako. Karena bobotnya yang ringan serta ukurannya yang cukup presisi (buatan pabrik) membuat rumah yang menggunakan bata beton ringan ini bisa menghemat dari segi struktur dan acian dinding. Kekurangannya hanyalah, harganya jauh lebih mahal dari pada bata maupun batako, dan rumah yang menggunakan dinding bata beton ringan ini juga disarankan tidak menggunakan paku untuk menggantung hiasan dinding, melainkan memakai fiser dan skrup.
Tips: gunakan tukang tembok yang terbiasa memakai bata beton ringan, agar tidak boros dalam pemakaian semen dan pasir, akan lebih baik bila plesteran dan acian menggunakan semen instan (tersedia dalam banyak merk).

Semoga artikel ini dapat bermanfaat, selamat bangun rumah!

Membangun Rumah Dengan Biaya Rp 2,5 jt/m2 Kebawah?

Krisis moneter terjadi lagi dan kali ini bukan di Asia saja melainkan seluruh dunia, bagi banyak pihak jelas akan sangat berdampak, khususnya jelas bagi bidang usaha yang saya tekuni yaitu properti. Bayangkan saja berdasarkan informasi harga baja terakhir saya dapatkan adalah mencapai 9000rb/kg untuk jenis IWF 200, sedangkan untuk besi beton sebagai contoh saja besi ? 8mm (bukan yang full) sudah mencapai 52rb/btg. Bisa dibayangkan berapa dana yang dibutuhkan untuk membangun sebuah rumah 2 lantai dengan luas 120m2 (untuk beberapa wilayah bahkan harus diurug cukup tinggi supaya terhindar dari banjir, seperti di daerah kelapa gading). Kalau tahun kemarin untuk membangun sebuah rumah dengan desain modern minimalis (spesifikasi bahan kualitas menengah) mungkin membutuhkan dana sebesar 2,5-3jt/m2, jelas tahun ini akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Alternatifnya bagi sebagian orang adalah dengan membeli rumah yang sudah jadi atau membeli apartemen yangsupply dari pengembang saat ini cukup banyak pilihan dengan ragam alternatif pembiayaan yang cukup meringankan, tapi bagi sebagian orang yang ingin memiliki rumah yang desainnya sesuai dengan keinginan sendiri dengan dana yang pas-pasan, kenaikan harga material ini jelas membuat kepala jadi lieur (bhs. Sunda: pusing). Lalu apa yang harus dilakukan? Menunda membangun rumah impian Anda, namun resikonya harga material akan lebih naik lagi, atau tetap membangun dengan resiko pembangunan berhenti di tengah jalan karena dana yang ada tidak cukup untuk mengimbangi kenaikan harga. Dua-duanya jelas bukan pilihan yang menentramkan hati.

Jadi sebaiknya harus bagaimana?

Saran saya adalah tetap membangun tetapi dengan perencanaan yang matang. Carilah konsultan arsitek atau yang sekaligus kontraktor yang berpengalaman dalam menangani proyek dengan tight budget, sehingga rumah impian Anda tetap dapat terwujud dengan tidak menghilangkan aspek keamanan, kenyamanan, dan keindahan suatu bangunan. Sekedar gambaran singkat agar rumah dengan biaya <2,5jt/m2 bisa dilaksanakan, antara lain lakukan pengujian tanah bila belum diketahui kedalaman tanah kerasnya agar pondasi dapat dibuat seefisien mungkin. Mengapa saya menyarankan mencari konsultan/kontraktor yang berpengalaman dalam menangani proyek tight budget, agar dengan pengalaman mereka struktur bangunan rumah Anda dapet di desain seefisien mungkin dan tetap aman tanpa menggunakan FK (Faktor Keamanan/Safety Factor) yang terlalu besar (sebagai contoh saja, baru-baru ini saya diminta untuk membuat perkiraan RAB rumah tinggal oleh calon klien saya dan setelah saya periksa menurut pengalaman saya ada beberapa yang bisa dihemat pada desain struktur yang dibuat oleh konsultannya. Antara lain adalah menggunakan besi baja dengan diameter yang lebih kecil terutama untuk kolom praktisnya). Selain pada bagian struktur, pemilihan material finishing juga berpengaruh banyak dalam mengurangi biaya bangun rumah, namun juga perlu dilihat dengan apakah sesuai dengan desain arsitekturalnya. Contohnya adalah dinding kita dapat menggunakan material yang bisa di ekspos sehingga penggunaan semen untuk plesteran dan acian dapat berkurang, serta tidak perlu menggunakan cat dinding, serta upahpun akan mengalami penghematan. Anda juga dapat melakukan alternatif finishing untuk mengganti batu tempel, contohya dengan mencamprot dinding, agar tetap terlihat ada motifnya tapi tetap murah yang dikombinasikan dengan cat eksterior. Dengan dilakukannya berbagai efisiensi baik dari segi upah dan bahan (menggunakan material alternatif), maka membangun rumah impian Anda yang aman, nyaman, indah serta tidak terlihat murahan tetap bisa terwujud, dengan harga 2,5jt/m2 ke bawah.

Selamat bangun rumah!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More